Rabu, 02 Mei 2012

CARA MENJERNIHKAN AIR

METODE SEDERHANA PENJERNIHAN AIR



Pada musim hujan seperti sekarang ini, air hujan kerap menimbulkan banjir di berbagai daerah dan seringkali membuat air sumur sedikit menjadi berkeruh. Sehingga tidak layak untuk dijadikan sebagai sumber air minum.
Membeli air minum kemasan memang bisa menjawab keluhan itu. Namun bagi keluarga berpenghasilan yang pas-pasan, solusi tersebut jelas tidak mungkin karena masalah biaya. Sebenarnya ada teknologi sederhana untuk mendapatkan air yang jernih dengan metode panyaringan menggunakan bak. Peralatan yang dibutuhkan adalah dua buah bak, pecahan genting, pasir, kerikil, ijuk, arang, selang plastik/paralon, dan ember. Sedangkan bahan pendukungnya adalah batu kapur, tawas dan kaporit. Bak bisa dari drum bekas oli atau bak plastik lainnya. Bak A (pengendapan) harus lebih tinggi dari bak B(bak penyaringan) . Pertamakali, bak B diisi dengan beberapa media penyaringan. Kalau diurutkan dari bawah , yang diurutkan dari bawah adalah lapisan ijuk(tebal kurang lebih 5 cm), lapisan arang (10cm), lapisan ijuk lagi (5cm), lapisan kerikil (5cm), pasir (15 cm), dan pecahan genting (5-10 cm). Bak A digunakan untuk memasukkan air baku, dan hasilnya akan disaring pada bak B. Karena itu pada bagian bawah bak A (sekitar 10 cm dari dasar) perlu dibuat lubang. Lubang itu harus disumbat saat memasukkan air baku, kemudian dihubungkan ke bak B melalui selang plastik saat penyaringan akan dimulai, yang dilengkapi dengan kran untuk membuka dan menutup hubungan antar bak. Mengapa bak A harus disumbat dulu?sebab harus ada proses pengendapan oleh zat-zat seperti kaporit, tawas dan batu kapur di bak A, sehingga air baku tidak mengalir dulu ke bak B. Sebagai patokan , setiap 10 liter air baku memerlukan 0,1 gr kaporit, 1 gr tawas, dan 1 gr batu kapur.Masukkan air baku dalam bak A. Kaporit dan tawas dicairkan , kemudian dimasukkan ke bak A. Tambahkan pula batu kapur tersebut. Sekarang aduklah air baku tersebut selama kurang lebih 5 menit, untuk memperbesar butir-butir lumpur/kotoran yang terkandung dalam air baku mudah mengendap. Lalu didiamkan selam 10 menit, agar seluruh kotoran air baku benar-benar mengendap di dasar bak. Jika sudah mengendap , selang plastik dibuka ,agar air mengalir ke bak B. Melalui filter-filter seperti pecahan genting, pasir sampai ijuk inilah air bisa menjadi jernih dan ditampung dalam ember. Dan untuk memastikan hasil penyaringan layak dikonsumsi, maka perlu dilakukan pengujian. Caranya, siapkan air teh dalam gelas, Masukkan sampel air hasil penyaringan kedalam gelas berisi air teh. Jika air tetap bersih, berarti hasil saringan layak digunakan sebagai air minum atau keperluan yang lain. Tetapi kalau terjadi perubahan warna manjadi ungu atau biru atau muncul gumpalan seperti lendir, berarti air tidak layak untuk diminum.
Kalau mau digunakan sebagai air minum, air harus terlebih dahulu dimasak sampai airnya mendidih. SELAMAT MENCOBA.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar